Tuhan,
Katanya Kau tak pernah tidur, benarkah?
Kalau aku, susah tidur, Tuhan.
Kau tahu, kenapa?
Karena aku tak punya makanan yang bisa mengenyangkan perutku,
Aku juga tak punya pakaian yang bisa menghangatkan tubuhku,
Aku pun tak punya kasur empuk untuk mengistirahatkan badanku.
Kau tau, Tuhan?
Seharian ini aku sudah bekerja keras
Membantu mengangkat barang belanjaan orang di pasar,
menjual kantong-kantong plastik,
Dan membantu Pak Ajis membersihkan sampah,
Aku ingin mengumpulkan uang banyak untuk beli baju dan sandal baru.
Kau tahu kenapa, Tuhan?
Karena bukankah sebentar lagi Lebaran?
Itu berarti aku bisa menabung,
Tak perlu beli makanan,
Karena aku puasa,
Dan masjid-masjid biasanya kasih makanan gratis buat buka dan sahur.
Tuhan, Kau sudah mengantuk belum?
Aku ngantuk.
Maukah kau menemaniku tidur?
Aku punya selembar tikar tua untuk alas tidur,
Cukup kok untuk kita berdua.
Tuhan, aku kedinginan,
Bolehkah aku memeluk-Mu?
Apa kabara' ?
"Banyak Jalan Menuju Tuhan Sebanyak Nafas Para Pencarinya Tetapi Jalan Yang Paling Dekat Ke Tuhan Yaitu Menyayangi Sesama Manusia"
Karaeng Bombong
Rabu, November 26, 2008
Selasa, November 25, 2008
IPM ; Maestro Gerakan Pelajar Sulawesi Selatan
Beranjak dari sebuah refleksi imajiner, dibawah guyuran hujan yg sangat lebat alunan penegasan-penegasan padanan kata untuk jargon IPM Sulsel berikutnya membias dalam gelak tawa pengharapan. Tarikan waktu antara lamunan historitas yang berhingga pada sebuah imaji-imaji perubahan mulai merangkai dialektika terma yang menjadi sebuah [penegas jalan IPM Sulsel berikutnya. Maestro ; sebuah terma klasik tapi berkelas, universal, dan tentunya mengAda dalam kekinian. Maestro menjadi terma akhir dialektika panjang pergumulan pengharapan akan sebuah gerakan yang memiliki makna dan arah juang yang tepat, biarkan dialektika ini Membias kita tunggu turunan dari terma Maestro
Langganan:
Postingan (Atom)
